Blog

KARBOHIDRAT PADA MADU

by in Life style Februari 20, 2018

Karbohidrat bersama protein dan lemak membentuk senyawa-senyawa organik utama yang terdapat dalam tubuh. Selain sebagai sumber energi utama, karbohidrat berperan mendukung struktur dan fungsi-fungsi semua jaringan tubuh yang terdapat dalam nukleus, sitoplasma, membran sel, hemolimfa ekstraseluler dan jaringan-jaringan pendukung.

Kebutuhan tawon madu akan karbohidrat bervariasi sesuai umur dan aktifitas yang dilakukan. Tawon dewasa dapat bertahan hidup untuk waktu yang relatif lama bila diberi makanan karbohidrat, sedang larva mutlak memerlukan protein agar dapat bertahan hidup.

Kandungan gula dalam darah seekor tawon per kerja adalah sekitar 2%, bila turun kurang dari 1% dia masih dapat menggerakan sayapnya tetapi tidak mampu untuk terbang. Kandungan gula dalam tawon jantan lebih rendah, yaitu 1,2% sedangkan ratu yang baru menetas adalah 1,7% dan pada saat bertelur dapat turun hingga 0,3%.

Tawon jantan yang sedang terbang menghabiskan sekitar 30mg karbohidrat setiap jam, sedangkan tawon pekerja menghabiskan sekitar 10mg tiap jam terbang. Tawon-tawon pekerja yang dikurung dalam ruangan bersuhu 11 derajat celcius akan memerlukan sekitar 11mg karbohidrat tiap jam. Bila suhu ruangan naik menjadi 37 derajat celcius angka tersebut turun menjadi 0,7mg tiap jam, tetapi akan naik kembali menjadi 1,4mg bila suhu mencapai 48 derajat celcius.

Pola penggunaan energi seperti ini dapat dibayangkan mengingat kemampuan koloni tawon mengatur temperatur di dalam sarang melalui pembangkitan dan konservasi energi dengan cara membentuk kelompok rapat (cluster) yang esensial agar dapat bertahan dimusim dingin, atau sebaliknya menurunkan temperatur dengan cara mengibas-ngibaskan sayapnya untuk mengalirkan udara pendingin ke dalam sarang.

Selain untuk mempertahankan temperatur, konsentrasi gula darah tawon pekerja berkorelasi dengan jumlah madu yang dihasilkan. Koefisien korelasi positif  gula darah tawon pekerja dengan jumlah madu yang dihasilkan untuk glukosa, fruktosa dan tehalosa berturut-turut adalah 0,887; 0,832 dan 0,697.

Karbohidrat berperan tertentu dalam penentuan strata, yakni selama perkembangan larva, meskipun mekanisme sebenarnya belum diketahui sampai sekarang. Glukosa berperan dominan dalam makanan tawon pekerja dan jantan selama tahap perkembangan awal, sedangkan fruktosa berperan dominan pada larva tawon yang lebih tua dan glukosa tetap berperan dominan selama perkembangan ratu. Karbohidrat yang dominan untuk makanan larva dalam royal jelly adalah glukosa, fruktosa dan sukrosa.

(keajaiban propolis – Alex S hal.25)

Lebah sudah dikenal sejak zaman kuno dengan produknya sebagai obat penyembuh. Selain madu, zat lain yang dihasilkan lebah adalah propolis. Propolis dikembangkan sebagai obat berbagai macam penyakit seperti batuk, pilek, flu hingga penyakit stroke, serangan jantung bahkan aids dan sebagainya.

Salam Sehat,


About BerkahNature
BerkahNature Distributor Herbal

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    MITRA TERDEKAT